Tuesday, 25 April 2017

Dikubur Hidup-hidup oleh Istri dan Temannya, Pria ini Lakukan Hal yang Tak Disangka Dalam Peti Mati



DETIK TODAY | Seorang pria mencium istrinya, mengucapkan salam perpisahan, sebelum dikubur hidup-hidup dibawah sebuah ruas jalan diluar sebuah gereja di Belfast, Irlandia Utara. Keluarga dan teman-teman dekat John Edwards ini berkumpul dan menaburkan tanah ke atas peti mati yang ditempati pensiunan tersebut.Apa alasan John Edwards rela dikubur hidup-hidup seperti ini?


Ternyata John hanya “tinggal” dibawah tanah selama tiga hari. Dan selama tiga hari itu, John dibekali jaringan internet dan tetap dapat berkomunikasi dengan keluarganya.

Aksi ini dilakukan John ternyata untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap mereka yang mengalami kecanduan dan depresi. John, yang adalah mantan pecandu narkoba itu, mendirikan yayasan amal Walking Free untuk membantu mereka yang berniat bunuh diri atau kecanduan.
Dari dalam “makamnya” itu, John akan menyiarkan ‘Live streaming” untuk memberikan nasihat dan bimbingan kepada para pecandu. “Saya mantan pecandu narkoba dan sudah 25 tahun saya bersih dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang” kata John.

Selama tiga hari tinggal di dalam peti jenazah, John akan menyiarkan serangkaian kisah untuk menumbuhkan harapan bagi mereka yang berjuang keras melawan kecanduan dan depresi.
“Saya tahu ini adalah sebuah langkah radikal tetapi orang-orang yang menghubungi saya adalah mereka yang sudah tidak berniat hidup atau mereka yang mengenal seseorang yang semacam itu” ujar John kepada Belfast Live.

“Rencana saya adalah berbicara kepada mereka dari dalam makam sebelum mereka memutuskan untuk mati dan memberi mereka harapan” tambahnya.

Sepetak tanah di dekat Gereja Willoshield di sisi timur Belfast, disiapkan untuk aksi unik tersebut. Peti jenazah yang digunakan dibuat khusus, sehingga John tak hanyak berbaring tetapi juga bisa duduk didalamnya. Selain itu, disiapkan juga lampu dan jaringan internet agar John bisa tetap berkomunikasi dengan dunia luar.

Semua kegiatan John selama tiga hari di dalam peti itu akan disiarkan lewat situs Walking Free dan Facebook. Selama didalam peti, John akan menerima email, mengobrol lewat Skype, mengirim pesan singkat untuk banyak orang di seluruh dunia.


Orang-orang ini kemudian akan berbagi kisah inspiratif mereka yang akan disiarkan John dari bawah tanah. “Orang-orang akan berkomunikasi dengan saya bagaimana pengalaman mereka mengatasi trauma, keinginan bunuh diri, mengendalikan anak-anak atau anggota keluarga yang kecanduan zat tertentu atau perilaku” papar John.

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright @ 2014

Distributed By Blogger |